PECAH KONGSI GERINDRA SEMPROT PKS

Pecah Kongsi

Pecah Kongsi,Dinamika pilgub Jawa Barat 2018 semakin memanas. Masing-masing partai politik saling berlomba untuk mengusung pasangan calon terbaik. Aksi saling klaim pasangan kandidat oleh sejumlah parpol menjadi tak terelakkan. Tak terkecuali seperti yang terjadi antara Gerindra dan PKS.

Gerindra yang sejak awal selalu solid dengan PKS untuk berada dalam satu barisan, kini mulai tidak akur. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan duet Deddy Mizwar-Syaikhu telah disetujui PKS dan Gerindra.

Dia mengklaim Prabowo telah menerima pengusungan pasangan tersebut. Menurut Hidayat, pasangan Deddy Mizwar-Syaikhu akan melanjutkan pembangunan yang positif di Jawa Barat selama kepemimpinan Gubernur Ahmad Heryawan.

Lanjutnya, sungguh baik meneruskan kebijakan yang telah terbukti sukses. Atas dasar keyakinan itulah, Hidayat optimis Prabowo mengusung pasangan tersebut.Namun pernyataan itu dimentahkan langsung oleh Ketua DPD Gerindra Jabar, Mulyadi.

Mulyadi tidak terima dengan pernyataan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid yang mengatakan duet Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu. Untuk Pilgub Jabar telah direstui Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Lebih lanjut, ia menyindir PKS yang bertindak layaknya juru bicara.

Mulyadi memastikan, partainya belum menentukan dengan siapa akan berkoalisi pada saat Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Termasuk dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang telah mengklaim kedua partai itu sepakat tekah mengusung Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu.

Mulyadi lantas mengungkit kembali hasil pertemuan Gerindra Jabar dengan Prabowo di Hambalang beberapa waktu lalu. Ada tujuh sikap yang merupakan perintah langsung Prabowo ke Gerindra Jabar.  Salah satunya soal belum adanya calon yang resmi diusung Gerindra untuk Pilgub Jabar.

Tujuh sikap itu adalah perintah langsung Pak Prabowo kepada saya untuk disampaikan ke kader di Jabar dan masyarakat. Kalau Pak Prabowo yang sampaikan (duet Deddy-Syaikhu resmi) atau pihak pengurus yang diberi mandat Ketum, saya fatsun, jelas Mulyadi.

Pecah Kongsi

Ia pun menyebutkan, hingga saat ini, Gerindra masih intensif berkomunikasi dengan partai politik lainnya. “Koalisi juga masih cair. Saya harus membuka diri dengan membuka komunikasi dengan Demokrat dan PAN,” ujar dia.

Pertama, Sikap yang ditunjukkan oleh Mulyadi sangat beralasan, mengingat jika Gerindra-PKS mengusung pasangan Demiz-Syaikhu. Itu artinya tidak ada kader Gerindra yang mewakili Partai, untuk maju sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur. Demiz walaupun bukan kader partai, namun kedekatannya dengan PKS tak terelakkan.

Gerindra bersikukuh untuk mengusung kadernya untuk maju di Pilgub Jabar. Selain itu, ketentuan yang telah ditetapkan, kandidat dari Gerindra harus menjadi calon gubernur. Sehingga, jika tidak ada kesepakatan antara Gerindra dan PKS, maka kesempatan Demiz. Untuk maju sebagai calon gubernur akan kandas ditengah jalan.

Karena akan sulit bagi PKS untuk berkoalisi dengan partai lain selain dengan Gerindra. Demokrat bersama PAN akan membentuk poros sendiri, menyusul partai koalisi pemerintahan.  Yang sudah sejak awal mengukuhkan Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur. Namun, jika PKS menyanggupi permintaan Gerindra.

Demiz akan maju sebagai calon wakil gubernur yang akan disandingkan dengan kader pilihan Gerindra. Kedua, selain mantan Gubernur BI yang juga menjabat dewan pakar Gerindra Burhanuddin Abdullah. Nama Mulyadi juga digadang-gadang sebagai salah satu calon yang akan ditunjuk untuk maju sebagai calon gubernur Jabar.

Jelas pernyataan sepihak oleh PKS membuat Mulyadi geram, karena tidak menganggap keberadaannya sebagai salah satu kader terbaik Gerindra di Jabar. Ia pun menambahkan, koalisi dengan PKS sementara ini hanya berlaku di pemilihan walikota dan bupati. Di luar itu, pihaknya masih menunggu instruksi dari DPP.

Koalisi antar partai, kata Mulyadi, merupakan hak prerogatif Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra. Kita ingin sebenarnya masih ingin tetap bersama PKS. Tapi, dalam taraf partai, dalam kandidat kita sama-sama menghormati. Kebersamaan Gerindra dengan PKS diharapkan masih bersama, ungkap Mulyadi

Ketiga, Partai Gerindra akan mengumumkan bakal calon gubernur yang diusungnya dalam Pilkada Jawa Barat 2018 mendekati waktu pendaftaran. Menurut informasi, pendaftaran calon gubernur Jabar di Pilkada 2018 dibuka pada Januari 2018. Dengan demikian, pernyataan sikap yang ditunjukkan PKS masih terlalu dini, jika ingin mengusung pasangan. Demiz dan Ahmad Syaikhu sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

SILAKAN DIBACA: KPK GELEDAH DAN SEGEL RUMAH DINAS SEKDA KOTA DUMAI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *