MISTERI DIBALIK HILANG DAN KEMBALINYA MBAH FANANI

Misteri Dibalik Hilang Dan Kembalinya

Misteri Dibalik Hilang Dan Kembalinya Mbah Fanani, Petilasan Dampu Awang di Indramayu belakangan semakin ramai. Tidak pernah diketahui siapa dan berwujud apa Dampu Awang. Hanya saja banyak yang menganggap tempat itu suci.

Namun setelah seseorang bernama Mbah Fanani tiba di sana, jumlah peziarah bertambah. Kemudian bertandang ke petilasan Dampu Awang di Desa Sudimampir, Kecamatan Balongan, Indramayu. Buat mencapai lokasi dimaksud, kita harus menyusuri jalan sempit berlumpur membelah persawahan sejauh sekitar 1,5 kilometer. Letaknya ada di bibir saluran irigasi.

fannani

Tiba di lokasi, aroma asap kemenyan terbakar langsung menyambar hidung. Di pintu masuk petilasan dipasang hiasan kepala rusa. Di dalamnya terdapat sebuah sumur di bawah pohon rindang. Di samping kanan sumur tua berdiri langgar berukuran 5 x 5 meter.

Di bagian selatan langgar ada sebuah kamar berukuran 1,2 meter x 2 meter. Di atas pintu masuk kamar lagi-lagi dipajang kepala hewan. Yakni kerbau bertanduk hampir satu meter. Di dalam ruangan tertutup kelambu itulah Mbah Fanani berbaring. Keberadaan Mbah Fanani di tempat itu layaknya magnet. Ratusan orang singgah mengharap berkah darinya.

Misteri Dibalik Hilang Dan Kembalinya

Tidak sedikit dari mereka bahkan meneteskan air mata ketika berjumpa dengan lelaki itu. Semua orang yang datang ke petilasan itu punya harapan berbeda-beda. Ada yang berharap dimudahkan mendapat jodoh, kelancaran usaha, sampai mengaku dikerjai.

Mereka yang menemui Mbah Fanani jarang bertangan hampa. Semuanya membawa segala rupa persembahan. Mulai dari satu dus air kemasan, makanan ringan, roti, rokok, sarung, hingga parfum. Saat beranjak pulang mereka juga memberi amplop kepada pengurus petilasan, atau sekadar mengisi kotak sedekah.

fanni3

Pemandangan itu justru berbanding terbalik dengan sikap warga sekitar. Masyarakat asli Desa Sudimampir seolah tak peduli dengan keramaian di petilasan itu. Badri 58 tahun misalnya. Bapak dua anak ini lebih memilih memanen padi persis di pintu masuk area petilasan.

Menurut warga asli Sudimampir, bangunan yang kini disebut Petilasan Dampu Awang itu baru berdiri sekitar tiga tahun. Awalnya di lokasi itu tidak ada apapun. Mulanya cuma sawah. Di tengahnya memang ada pohon besar yang rindang dan sumur tua. Sejak saat itu, lelaki bernama Toha membuat bangunan di sumur tua itu, dari kayu dolken. Kemudian dinamai Petilasan Dampu Awang.

Misteri Dibalik Hilang Dan Kembalinya

Toha merupakan anak dari Mbah Rojab,Setiap ada peziarah datang ke petilasan. Mereka diarahkan langsung ke lokasi diyakini sebagai makam Dampu Awang. Letaknya sekitar seratus meter dari petilasan. Letaknya di tengah sawah dinaungi pohon besar.

Namun menurut warga asli Sudimampir, makam itu fiktif, Hal senada juga disampaikan oleh Seksi Pembangunan Desa Sudimampir, Herwanto. Dia mengatakan, bangunan kini dinamai Petilasan Dampu Awang itu baru dibangun sekitar dua tahun oleh Toha. Perangkat desa pun dibuat heran dengan klaim petilasan Dampu Awang.

Tidak ada catatan sejarah atau bukti mengatakan di tempat itu adalah lokasi pernah disinggahi mertua Prabu Siliwangi. Informasi lebih detail soal seluk beluk petilasan itu disampaikan Kepala Desa Tegal Sembadra, Nurokhim. Menurut dia, lokasi petilasan itu memang berada di perbatasan antara Desa Sudimampir dengan Desa Tegal Sembadra.

Soal sumur tua di area petilasan, Nurokhim membenarkan. Namun menurut dia, sumur itu bukan pula tempat keramat. Menurut dia, sang kakak saya dan rekan-rekannya yang membangunnya.Nurokhim sebenarnya tidak rela lahan itu dijadikan petilasan. Dia bahkan mencurigai lokasi itu cuma dijadikan tempat praktik perdukunan berkedok ziarah kubur. Sebab, si pendiri, Toha dan Rojab tidak dikenal warga sekitar.

Tiba-tiba datang ke sini, bangun petilasan terus dapat uang dari warga yang datang. Takutnya ini jadi praktik perdukunan dibalut agama Islam. Padahal mereka keluar dari konteks Islam, papar Nurokhim.

SILAKAN DIBACA: LABU KUNING YANG MEMBUAT AWET MUDAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *