DUNIA INTERNASIONAL RAMAI-RAMAI SUMBANG DUKUNGAN BUAT AHOK

Dunia Internasional

Dunia Internasional , Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Hukuman penjara selama dua tahun karena terbukti melakukan penistaan agama. Saat berbicara di Kepulauan Seribu dan menyitir soal Surat Al-Maidah ayat 51.

Putusan tersebut mengundang berbagai reaksi dari masyarakat Indonesia. Khususnya para netizen yang membanjiri berbagai media sosial dengan berbagai komentar. Beberapa menyatakan puas atas putusan hakim namun ada pula yang menganggap hukuman itu kurang lama.

Sementara itu, beberapa pendukung Ahok menilai hukuman yang diberikan kepadanya tidak adil. Tidak hanya di Indonesia, kasus Ahok juga mengundang perhatian dunia. Sebagian besar menyatakan pro terhadap Ahok dan ramai-ramai menggalang dukungan untuk mantan Bupati Belitung itu.

Berbicara melalui pernyataan resmi, Uni Eropa menanggapi putusan hakim terhadap Ahok. Di samping memuji kepemimpinan Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim terbanyak di dunia.

Organisasi itu juga mengimbau agar Indonesia tetap mempertahankan tradisi toleransi dan pluralisme. “Uni Eropa senantiasa memuji kepemimpinan Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia. Sebagai demokrasi yang kuat dan negara yang bangga atas tradisi toleransi dan pluralisme yang dimilikinya.

Dunia Internasional

Kami mengimbau agar pemerintah Indonesia, lembaga-lembaga dan warganya untuk senantiasa mempertahankan. Tradisi toleransi dan pluralisme yang ada selama ini,” demikian pernyataan Uni Eropa

Pihak internasional lain yang memberikan dukungan terhadap Ahok adalah Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik. Menurutnya, Ahok bukanlah sosok orang yang seperti disebut oleh hakim.

Sementara itu, lembaga lain meminta Indonesia agar meninjau ulang Undang-Undang yang mengatur tentang pasal penistaan agama. Lembaga pembela hak asasi “Amnesty International” berpendapat vonis yang diberikan kepada Ahok akan menodai reputasi Indonesia sebagai negara toleran.

Amnesty International menyerukan pihak berwenang Indonesia mencabut pasal 156 dan 156 (a) tentang penodaan agama. Yang sering digunakan sebagai landasan untuk menghukum dan memenjarakan orang.

Menurut catatan Amnesty International, sejak 2005 – 2014 sudah ada 106 orang di dunia yang divonis bersalah memakai pasal penodaan agama. Dewan HAM PBB di Asia juga menyatakan keprihatinan atas kasus yang menimpa Ahok. Melalui akun media sosial Twitter resmi, mereka menyampaikan hal tersebut.

SILAKAN DIBACA: PENDUKUNG MINTA BERTEMU AHOK DI RUTAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *