Debat Capres AS 2016 yang ‘Panas’

Dalam debat capres AS yang telah berlangsung dua kali ini, kedua pihak tidak sungkan untuk saling menyerang. Bahkan, mereka saling menyerang dengan hal – hal yang bersifat pribadi. Debat Capres pertama dilakukan di Hofstra University, Hempstade, New York tanggal 27 September 2016 dan yang kedua dilakukan di Washington University, St. Louis, Missouri tanggal 10 Oktober 2016.

Berikut adalah sejumlah serangan yang dilakukan oleh kedua pihak yang tercatat oleh beberapa media.

Hillary menyinggung soal pinjaman uang dari ayah Trump saat Trump memulai bisnis.

Menurut Hillary, Donald sangat beruntung dalam hidupnya, dan itu semua keuntungannya. Donald meminjam $40 juta dari ayahnya, dia benar-benar percaya bahwa jika Anda membantu orang kaya, Anda akan jadi lebih baik. Tentu saja Donald menanggapi ‘serangan’ Hillary Clinton. Menurutnya, sang ayah memberi pinajam kecil saat dia mendirikan perusahaan di tahun 1975 yang sekarang sudah bernilai miliaran dolar.

Trump mengatakan bahwa Hillary akan membuat perjanjian dagang yang buruk.

Masing – masing capres memiliki pendapat yang berlawanan mengenai NAFTA (North America Free Trade Agreement) yang dulu ditandatangani oleh Bill Clinton. Menurut Trump, NAFTA merupakan perjanjian dagang yang buruk. Dia menyudutkan Hillary dengan mengatakan bahwa Hillary akan menandatangani Trans-Pacific Partnership yang sama buruknya dengan NAFTA.

Selama ini Hillary selalu menyatakan bahwa dia tidak setuju dengan Trans-Pacific Partnership yang dinegosiasikan dan disetujui oleh Presiden Obama. Hillary pun menanggapi, “Donald, saya tahu, Anda hidup dalam kenyataan versi Anda sendiri”.

Hillary menyinggung Donald Trump yang tak kunjung merilis data pajaknya.

Saat Hillary membahas mengenai hal ini, Trump seakan tidak menyangkalnya. Hillary pun melontarkan teori yang menunjukkan bahwa Trump tidak membayar pajak yang seharusnya dia bayar. Saat ditanya setelah acara debat, Trump mengatakan bahwa data pajaknya akan segera dirilis.

Trump menyinggung mengenai kesehatan Hillary.

Donald Trump tidak ragu – ragu untuk mengatakan bahwa Hillary tidak punya stamina untuk menjadi commander-in-chief. dikarenakan oleh kesehatan Hillary yang menurun jika dia kelelahan. Kedua pihak telah mengeluarkan surat dokter yang menjelaskan kondisi kesehatan mereka sangat baik untuk menjalankan tugas – tugas kepresidenan. Namun Trump tetap menuding bahwa Hillary sedang memiliki masalah kesehatan.

Trump menyebut Hillary sebagai ‘setan’.

Saat debat Capres kedua berlangsung, Trump sempat menyebut Hillary sebagai ‘setan’. Hal ini dia dasarkan dari keputusan Bernie Sanders untuk bekerja sama mendukung Hillary Clinton setelah dia dikalahkan pada pemilihan pendahuluan partai demokrat. Menurut Trump, bocoran e-mail Hillary di WikiLeaks yang memuat tentang apa yang Hillary dan sekutunya ucapkan mengenai Bernie Sanders, dia seharusnya tidak mendukung Hillary.

Hillary menilai Trump tidak layak untuk menjadi Presiden.

Hillary tanpa basa-basi menyebut Trump tidak layak memimpin AS. Dia menyebutkan bahwa ia tidak setuju dengan capres-capres dari partai republik dalam masalah prinsip, kebijakan, dan ideologi politik. Namun untuk kasus Trump berbeda. Hillary meragukan kompetinsi atau kelayakan Trump sebagai seorang Presiden.

Trump mengancam untuk memenjarakan Hillary.

Trump mengancam akan memenjarakan Hillary jika dia terpilih menjadi presiden. Trump akan membentuk tim investigasi khusus untuk menyelidiki skandal e-mail Hillary. Hillary membalas dengan mengatakan bahwa orang temperamental seperti Trump tidak cocok sebagai penegak hukum.

Hillary menyindir Trump yang hampir ditinggalkan partai sendiri.

Hillary menyerang balik Trump dengan mengangkat isu mengenai Trump akan ditinggalkan partainya karena hal – hal yang dia lakukan selama kampanye. Trump sempat dikecam oleh para politisi Partai Republik. Ada juga yang menarik dukungannya terhadap Trump. Hal ini terjadi setelah beredar video yang memperlihatkan Trump mengucapkan hal-hal yang sangat vulgar mengenai kaum wanita.

Trump mengecam Bill Clinton sebagai peleceh seksual terbesar.

Trump akhirnya ikut menyeret mantan Presiden Bill Clinton yang merupakan suami dari Hillary. Tidak tanggung-tanggung, Trump menyebut Bill Clinton sebagai peleceh seksual terbesar sepanjang sejarah AS. Sebelum debat, Trump menggelar konferensi pers sensasional bersama tujuh wanita yang mengaku pernah dilecehkan oleh Bill Clinton. Trump juga menyangkan sikap Hillary sebagai sesama wanita yang malah menyerang balik wanita – wanita yang dilecehkan tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *