Wali Kota Filipina Di Tembak Mati Karena Narkoba

Wali Kota Filipina Di Tembak Mati Karena Narkoba

Seorang wali kota tewas usai baku tembak dengan aparat dalam penggerebekan narkoba kemarin di kawasan Mindanao yang mayoritas penduduknya muslim. Kabar nya Wali kota tersebut di tembak mati di jalan bersama beberapa pengawal nya.

Wali Kota Datu Saudi-Ampatuan Samsudin Dimaukom ditembak mati bersama para pengawalnya ketika diduga hendak mengedarkan narkoba. Polisi sebelumnya sudah melakukan pemblokiran jalan raya untuk meringkus sang wali kota dan kelompoknya.

Juru bicara kepala inspektur polisi Elias Colonia mengatakan aparat mendapat informasi Samsudin dan kelompoknya sedang memindahkan sabu dari sebuah kapal dengan kendaraan. Polisi kemudian menggelar pos pemeriksaan di sepanjang jalur darat kendaraan menuju Kota Makilala, sekitar 112 kilometer dari Datu Saudi-Ampatuan.

Presiden Rodrigo Duterte menyebut Samsudin sebagai ‘politisi narkoba’ yang diduga punya hubungan dengan jaringan peredaran narkoba secara global. Dan diketahui jika Wali kota tersebut sudah lama menjalankan bisnis Narkoba tersebut. Sehingga polisi mulai mengawasinya.

BACA JUGA : Bahaya!! Jangan Simpan Makanan Ini Didalam Kulkas

Wali Kota tersebut bersama sang istri sudah pernah menyerahkan diri ke polisi pada Agustus lalu untuk membersihkan nama mereka dan menyangkal keterlibatan. Sejauh ini belum ditemukan bukti keterlibatan Samsudin dalam kasus narkoba. Bahkan di hadapan media walikota tersebut juga mengungkapkan jika dirinya ikut memrangi peredaran narkoba tersebut. Dia juga akan membantu membasmi mereka yang terlibat dalam jaringan narkoba. Namun polisi tetap mencari tau dan mengintai gerak-gerik sang Wali kota.

Pihak polisi menerima informasi jika ada komplotan pimpinan Samsudin akan mengirim sabu-sabu dalam jumlah yang cuikub besar dari Davao ke kota Datu Saudi Ampatuan.

Menurut polisi, pada Jumat pagi kemarin saat pemblokiran, anak buah Samsudin yang bersenjata melepaskan tembakan ke arah polisi dan terjadilah baku tembak. Terjadi peperangan antara polisi dan anak buah Samsudin. Sebanyak sepuluh anak buah Samsudin tewas dalam kejadian itu.

“Para tersangka bersenjata lengkap dan menembak aparat keamanan yang kemudian membalas. Akibat kejadian itu sepuluh orang luka dan dibawa ke rumah sakit tapi kemudian dinyatakan tewas saat tiba,” Ujar sang polisi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *