Tren Veneer Gigi Amankah ?

Tren Memutihkan Gigi di Kalangan Masyarakat Menjamur

Setiap orang tentu menginginkan gigi yang sehat, rapih dan indah agar tampil lebih percaya diri dengan gigi sempurna. Salah satu metode yang dilakukan dalam kedokteran gigi untuk membuat dan mengembalikan senyum indah pasien sesuai keinginannya adalah Veneer. Sebelumnya bukan ‘bisa menjadi kelinci’ ya, tapi dengan melakukan metode ini bisa terlihat seperti kelinci dengan gigi atas tengah menjadi lebih besar dan sedikit panjang. Mungkin kamu waktu kecil sering diledek karena memiliki bentuk gigi depan yang menyerupai gigi kelinci. Tapi berbanding terbalik dengan zaman sekarang. Banyak orang yang ingin membentuk giginya seperti kelinci.

Menurut drg. Jeffry Susanto selaku pemilik Dental Care Beautylogica Clinic. “Yang perlu diketahui bahwa tren ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, kecuali artis kan dia memang kebutuhannya untuk selalu tampil sempurna didepan kamera. Kalau untuk kita yang bukan artis harus mengetahui lagi, apakah veneer sebenarnya menjadi kebutuhan kita atau tidak? Apalagi untuk anak di bawah umur 25 tahun,” ungkapnya. Penggunaan vini lebih disarankan untuk kamu yang giginya berwarna kusam, gigi rusak atau patah, gigi tidak rata, atau yang memiliki jarak yang terlalu renggang. Untuk teknik pada pemasangannya sendiri terdapat dua cara, yaitu direct veneer yang berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 750 ribu untuk satu gigi dan indirect veneer yang mengharuskan kita merogoh kodek lebih mahal antara 5 -7 jutaan untuk satu giginya.

Saran dari drg. Jeffry Susanto. “Jika memang tidak harus di melakukan lebih baik pasien melakukan teeth whitening, namun jika harus di lakukan, maka sebaiknya menggunakan jenis indirect. Hal ini dikarenakan meskipun harganya lebih mahal dari direct tapi hasil yang diinginkan jauh lebih bagus daripada direct. Karena bahan yang digunakan untuk indirect adalah porselen,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *