Tersangka Pembunuhan Hakim di Medan Terancam Hukuman Mati

Kilas Balik Pembunuhan Hakim PN Medan, Tersangka Pembunuhan Terancam Hukuman Mati

Setelah melakukan penyelidikan yang cukup memakan waktu akhirnya dikabarkan bahwa tersangka pembunuhan terhadap seorang hakim di Medan terancam hukuman mati. Beberapa waktu lalu, seorang hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin ditemukan dalam keadaan yang sudah tidak bernyawa. Korban ditemukan pada Jumat (29/11) pukul 13:30 WIB dan petugas kepolisian menduga bahwa korban sudah meninggal sekitar 12-20 jam sebelum ditemukan.

Setelah melakukan beberapa pemeriksaan ternyata diketahui bahwa dalang dari meninggalnya Jamaluddin adalah istrinya sendiri. Zuraida adalah otak dari pembunuhan ini dan ia juga sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan. Jamaluddin dan istri diketahui sudah menikah sejak 2011 dan dikaruniai seorang anak. Zuraida mengatakan bahwa ia melakukan rencana pembunuhan ini karena ia merasa sakit hati dengan perlakuan Jamaluddin terhadap dirinya.

Pada akhir tahun 2018, Zuraida diketahui menjalin hubungan asmara dengan pria lain. Dan pada 25 November 2019 Zuraida mengajak pria selingkuhannya, Jefri Pratama untuk bertemu dan merencanakan pembunuhan terhadap Jamaluddin. Hanya berselang 3 hari, pada tanggal 28/11 mereka sudah melakukan rencana pembunuhan tersebut. Jefri dan Reza datang ke rumah korban dan membekap korban yang sedang tidur bersama dengan anaknya. Zuraida saat itu berperan untuk menenangkan anak mereka agar tidak terbangun sambil menahan kaki korban.

Setelah memastikan korban sudah meninggal akhirnya mereka membawa korban ke Berastagi untuk membuang mayat korban. Jasad korban dibuang dengan mobil korban, Toyota Land Cruiser Prado yang bernomor polisi BK 77 HD. Tiga orang pelaku pembunuhan ini dijerat dengan pasal 340 subsider pasal 338 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHPidana dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Pihak kepolisian sempat sulit untuk mengungkap kematian Jamaluddin karena pelaku nyaris tidak meninggalkan jejak serta alat bukti. Dan pada tanggal 13 Januari 2020, pihak kepolisian beserta para pelaku pembunuhan melakukan rekontruksi ulang atas aksi mereka. Istri korban yang menjadi otak pembunuhan ini nampak menangis ketika melakukan rekontruksi ulang tersebut.

Baca juga berita dan informasi terkini lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *