Omran Bocah Yang Selamat Dari Serangan Pesawat Rusia

Omran Bocah Yang Selamat Dari Reruntuhan Bangunan Oleh Serangan Pesawat Rusia

Omran Bocah Yang Selamat, Mahmoud Rislan, fotografer yang berada disana dan mengabadikan foto fenomenal bocah usia lima tahun Suriah, Omran Daqneesh, yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan yang disebabkan serangan udara Rusia di Aleppo, mengisahkan tentang situasi yang sangat mengenaskan pada saat itu.

Rislan menuturkan saat itu dirinya sedang berdiri sekitar 300 meter dari lokasi serangan yang menghancurkan bangunan tersebut. Setelah melakukan shalat Isha yakni sekitar pukul 19:00 waktu setempat, dia pun mendengar suara ledakan. Ia bergegas menuju ke lokasi bersama dengan tiga jurnalis lainnya.

Ketika sampai disana, dia pun melihat tiga mayat yang tengah diangkut ke dalam mobil ambulans. Mereka adalah tetangga Omran. Bangunan enam lantai tersebut yang menjadi sasaran pengeboman oleh pesawat Rusia hancur menyisakan puing-puing telah rata dengan tanah.

Lalu dia melihat ke gedung sebelahnya yang setengah hancur. Itu adalah rumah keluarga Omran. Rislam melihat para relawan dari White Helmets menaiki tangga gedung di dekatnya untuk menyelamatkan Omran.

Mahmoud Rislan, fotografer yang sangat bersedih melihat Omran

Rislan kemudian mengambil kameranya dan mulai merekamnya. Tak kuasa menahan sedih, Rislan merekam penderitaan Omran sambil menangis. Meskipun itu bukan pertama kalinya dia menangis, namun diakuinya bahwa kali ini kesedihannya seakan mencapai titik puncak dengan mnyaksikan kenyataan yang sangat pahit tersebut.

“Kami fotografer perang selalu menangis. Aku menangis berkali-kali saat merekam anak yang trauma itu. Semalam semua orang pun menangis,” ungkap Rislan yang memfoto bocah Omran dan kemudian menjadi viral di media sosial di seluruh dunia.

Rislan mengaku bahwa Omran telah meluluhkan hatinya karena dia hanya berdiam diri tanpa mengeluh sakitnya luka dan tidak menangis. Darah di kepalanya bercampur dengan debu dari reruntuhan bangunan. Omran mengingatkan dirinya pada puterinya yang baru berusia 7 hari, yang bisa saja mengalami hal serupa bila berada di Suriah.

Tim relawan dari White Helmets pun terus menyelamatkan anggota keluarga. Kakak tertua Omar yang berikutnya berhasil di selamatkan, ia baru berusia 11. Ia lalu menatap ke arah Rislan dan meminta untuk tidak merekamnya.

Beruntung semua keluarga Omran berhasil diselamatkan, ibunya menderita cedera parah di kakinya. Ayahnya menderita cedera kepala ringan. Seorang lagi kakaknya yang berusia 7 tahun pun juga berhasil diselamatkan meski harus menjalani operasi untuk cederanya.

Keesokan harinya, barulah Rislan menyadari bahwa video dan foto yang diambilnya dan diunggah ke Internet telah menjadi viral di seluruh dunia dan telah dibagikan jutaan kali.

Dia lantas berpesan agar foto tersebut dapat menggerakan hati – hati setiap orang supaya dapat menghentikan perang, sehingga bocah seperti Omran dan putrinya dan dan untuk semua orang. Dapat hidup normal seperti layaknya kehidupan normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *