MENGENAL KAMPUNG BARANG BEKAS DI BANDUNG

Mengenal Kampung

Mengenal Kampung, Tidak ada salah memeng jika Kota Bandung dijuluki sebagai kota kreatif. Beragam karya-karya dihasilkan oleh warga Bandung hal ini merupakan buah dari hadirnya kampung-kampung kreatif. Kampung barang bekas antik merupakan salah satu kampung kreatif di Kota Bandung. Kampung Rastik di Jalan Pamitran IV/22 RT 05RW 09 Cipadung Kulon Kecamatan Penyileukan. Warganya mengubah barang-barang bekas menjadi beragam karya-karta bernilai seni.

Eni Mualifah 43 tahun merupakan salah satu penggagas kampung Rastik, Eni bersama 10 Warga Rt 05. Memanfaatkan barang-barang bekas menjadi beragam asesoris produk fashion, Souvenir, bouqet hingga gapura. Enie mengaku mengawali ide untuk membuat beragam karya dari barang bekas pada awal tahun 2000. Dia melihat barang-barang bekas seperti plastik karung serta beragam limbah rumah tangga yang hanya terbuang di tempat sampah.

Seiring berjalannya waktu para tetangga yang berada di sekitar rumahnya banyak yang tertarik dengan karya Enie dan mulai untuk belajar. Hingga pada tahun 2017 mereka sepakat mendeklarasikan kampung Rastik yang berasa di lngkungan rumah mereka. Enie mengatakan awalnya mereka membuat beragam karya fashion seperti baju yag dibuat dari limbah plastik. Awalnya mereka membuat karya tersebut untuk ikut perlombaan Event 17 Agustus. Menjadi awal untuk memamerkan karya-karya mereka, tak hanya limbah plastik. Paduan dari limbah lainya seperti kulit bawang cangkang telur limbah karung menjadi penghias pada setiap karya mereka.

Mengenal Kampung

Karya-karya tersebut ternyata mendapat apresiasi dari masyarakat, merkea pun percaya diri untuk mengikuti perlombaan tingkat kecamatan. Hasil mereka berhasil keluar sebagai juara 1 dari karaya fashion yang terbuat dari limbah. Hal ini pun rupanya terus berlanjut hingga kembali menajdi juarau 1. Untuk tingka kota dana event Bandung Clean Festival 2017.

Hasil dari karya keras yang dilakukan selama ini membuat nama Rastik Sekar Jagad semakin dikenal. Dari situlah Enie beserta rekan-rekan mulai mengembangkan karyanya. Tak sekedar produk fashion karya dari bahan dasar limbah ini merambah menjadi beragam karya. Seperti aksesoris dan beragam karya seperti aksesoris dan beragam souvenir.

Enie mengungkapkan untuk bahan dari limbah sendiri dirinya sengaja mencari bahan-bahan tersebut bahkan ketukang rongsokan. Selain itu juga dia mengumpulkan baranng-barang bekas dari warga. Banyaknya masyarakat yang mulai mengetahui karyanya membuat beragam pesanan datang. Sebagian besar pesanan untuk asksesoris dan Souvebis. Namun ada juga pesanan untuk produk fashion untuk kisaranharga  yang paling murah dibanderol rp. 100 ribu. Sementara untuk yang paling mahal Rp. 750 ribu yakni kostum.

Disinggung coal pemasarannya , Enie mengaku hanya dilakukan dari mulut ke mulut. Dia enggan menggunakan media pemasaran digital halya medsos untuk memasarkan karyanya. Terlepas dari itu semua Enie menyebut jika karyanya tersebut bukanla soal bisnis semata. Melalui karyanya itu dia ingin mengingatkan kepada masyarakat agar lebih mengahrgai barang.

SILAKAN DIBACA:  KODE RAHASIA VERONICA UNTUK KELABUI AHOK

 

 

 

 

 

Satu tanggapan untuk “MENGENAL KAMPUNG BARANG BEKAS DI BANDUNG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *