KETIKA AHOK LEBIH MEMILIH DIPENJARA

Ketika Ahok Lebih  Memilih Dipenjara

Ketika Ahok Lebih Memilih Dipenjara,  Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahya Purnama alias Ahok, akhirnya memilih penjara. Ahok memutuskan untuk mencabut gugatan banding dan berbesar hati menerima putusan majelis hakim. Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepadanya, dalam perkara penodaan agama.

Keputusan Ahok itu, meskipun bertolak belakang dengan keyakinannya bahwa dia tidak bersalah adalah pilihan bijaksana untuk menenangkan suasana. Sebab, ada potensi aksi massa selama proses banding dan kasasi. Ahok telah bersikap bijaksana, tidak ingin kasusnya berlarut-larut dan memancing konflik horizontal.

Pilihan Ahok penjara dua tahun, sebagai langkah patriot dalam mementingkan khalayak banyak. Bahkan Ahok tidak ingin ada yang menunggangi kasusnya untuk kepentingan politik. Apalagi untuk menjatuhkan Pemerintahan Jokowi saat ini. Ternyata Ahok lebih tajam membaca situasi ini.

Seperti pendapat pengamat hukum Universitas Parahyangan, Agustinus Pohan mengakui, keputusan Gubernur. DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahya Purnama atau Ahok yang membatalkan gugatan banding. Atas vonis kasus penodaan agama cukup mengejutkan banyak pihak.

Menurutnya, adanya sejumlah alasan yang mungkin dijadikan pertimbangan Ahok dan keluarganya membatalkan upaya banding. Mulai tekanan pihak-pihak tertentu, alasan hukum, hingga alasan politis.

Dari sisi politis, diperkirakan Ahok untuk menghentikan segala kepentingan yang ujung-ujungnya dapat mengganggu jalannya pemerintahan. Dan mengancam kehidupan berbangsa Selama proses banding dinyakinan masih akan. Ada kelompok-kelompok tertentu yang menunggangi kasus Ahok untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi.

Keluarga Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, memberikan klarifikasi terkait alasan pencabutan banding. Atas vonis 2 tahun yang diputuskan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Istri Ahok, Veronica Tan, mengatakan tidak mudah bagi keluarga khususnya Ahok untuk memutuskan mencabut banding. Namun, banyak pertimbangan yang akhirnya dipilih untuk mencabut banding demi bangsa dan negara Indonesia. Pada saat kami keluarga memutuskan untuk tidak banding, bapak meminta saya untuk membacakan surat ini kepada semua. Ujar Veronica, di Jakarta, Selasa

SILAKAN DIBACA : PERJUANGAN ANTASARI MENTOK LAGI DI POLISI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *