Salah Satu Kemenangan Trump Dari Penyumbang Suara Pria

Kaum Pria Penyumbang Suara Terbesar Kemenangan Trump, Pria yang memilih Hillary jauh lebih sedikit.

Kemenangan Trump masih menyisakan rasa tak percaya dan kesedihan bagi penolaknya. Lalu, siapa yang berperan menyumbangkan kemenangan untuk Trump? Diberitakan oleh BBC, 10 November 2016, ternyata kaum pria adalah pemilih terbesar Trump. Berbeda dengan kaum perempuan yang lebih memilih Hillary Clinton, para pria ternyata lebih memilih Trump.

Informasi ini didapat dari jajak pendapat yang kembali dilakukan oleh Edison Research for the National Election Pool, yang merupakan konsorsium ABC News, kantor berita Associated Press, CBS News, Fox News, dan NBC News. Lembaga itu memperlihatkan, pria yang memilih Trump mencapai 53 persen, sedangkan pria yang memilih Hillary hanya sekitar 41 persen, hanya enam persen pria yang menjawab tidak tahu. Dari perempuan yang memberikan suara, hanya 42 persen yang memilih Trump, sedangkan 54 persen memilih Hillary. Hanya empat persen yang mengatakan tidak tahu.

Selain mendapat dukungan dari kaum pria, ternyata Trump meraih dukungan dari kulit putih. Ia dipilih oleh 58 persen warga kulit putih AS. Jumlah ini sangat signifikan, karena ras kulit putih di AS mencapai 70 persen dari total jumlah penduduk. Sementara itu, dukungan dari ras kulit hitam untuk Hillary justru sangat tinggi, yaitu mencapai 88 persen. Hanya delapan persen warga kulit hitam yang mendukung Trump. Selain itu, dari warga Hispanik, dukungan untuk Hillary juga mencapai 65 persen. Hanya 29 persen warga Hispanik yang mendukung Trump.

Meski Trump pernah mengeluarkan kalimat yang kontroversial mengenai Meksiko, tapi ternyata masih ada warga Hispanik yang memilihnya. Suara di Negara Bagian Ohio, Florida, dan North Carolina semuanya mengarah ke Trump. Apa maknanya?

Kelas pekerja kulit putih, terutama yang tidak mengenyam pendidikan universitas, laki-laki dan perempuan, beramai-ramai meninggalkan Demokrat dan memilih calon Republik.

Mereka yang tinggal di pedesaan menggunakan suara, antara lain dengan tujuan suara mereka didengar. Mereka inilah yang selama ini merasa ditinggal oleh kalangan mapan. Ketika Clinton kalah di Wisconsin, harapannya untuk menjadi presiden sebenarnya sudah hilang.

BACA JUGA BERITA TERHEBOH DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *