Kasus Orang Tua Murid Pukul Guru Di Makasar

Kasus pemukulan guru yang dilakukan oleh ayah dari murid nya di MSKN 2 Makasar cukup membuat netizen geram. Guru yang bernama Dahrul berusia 42 Tahun ini dipukul orang tua murid hingga mengeluarkan darah pada hidung nya.

Berawal dari guru yang bernama Dahrul menghukum siswa yang bernama Alif Syahdan dengan memukul pipinya karena Alif tidak sopan dan mengeluarkan kata-kata kotor yang tidak pantas. Alif adalah murid kelas 2 jurusan Gambar.

Alif langsung menelepon dan mengadu pada ayah nya dan sang ayah tidak terima akan perlakuan guru langsung mendatangi guru ke sekolah, awal nya sang ayah yang bernama Ahmad Adnan ingin menemui kepala sekolah, namun karena kepala sekolah tidak ada maka dia langsung menemui guru tersebut.

Dari keterangan beberapa saksi yang melihat, orang tua murid tersebut menemui dan memukul guru dahrul di luar kelas. Bukan hanya sang ayah yang memukul namun Alif juga ikut memukul sang guru yang sudah tak berdaya karna di pukul ayah nya sampai mengalami pendarahan pada hidungnya dan segera dilarikan ke rumah sakit.

Kejadian ini sudah menyebar di seluruh media sosial dan membuat netizen geram atas kelakuan murid dan ayah nya tersebut. bahkan ada yang sampai netizen meminta menteri untuk menangani kasus pemukulan ini dan menghukum nya.

Kasus pemukulan ini sudah sampai ke pihak yang berwajib. Murid dan ayah nya telah ditetapkan jadi tersangka atas penganiayaan terhadap guru Dahrul. “Ayah dan Murid ini terbukti melakukan tindakan kekerasan dan mereka masih di tahan dan harus menjalani pemeriksaan” ujar kepala Polsekta Tamalate Komisaris Polisi Muh Azis Yunus.

Mereka di kenakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. dan polisi masih menangani kasus ini. Namun dari pihak murid dan ayah nya, mereka tidak terima atas keputusan ini sehingga mereka juga ikut melaporkan kembali sang Guru.

Menurut murid tersebut, dia juga merasa di aniaya karena dipukul oleh sang guru. sehingga mereka ikut visum dan sedang menunggu hasil visum nya.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *