Penjelasan BMKG Mengenai Gempa Bumi Sesar Aktif Di Wilayah Kendari

Gempa bumi tektonik berkekuatan 4,3 skala Richter mengguncang wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara. Gempa dengan kedalaman sekitar 10 kilometer itu terjadi pada Minggu siang sekitar pukul 12.41 Wita. Menurut hasil analisis BMKG, gempa bumi terjadi pada pukul 11.42.45 WIB dengan kekuatan M=4,3 skala Richter dengan episenter terletak pada koordinat 3,86 LS dan 122,34 BT, tepatnya di darat pada jarak 28 km arah barat laut Kota Kendari pada kedalaman 10 km.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG Dr Daryono, seperti dikutip BNPB, peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan kuat dirasakan di beberapa daerah seperti Kendari, Sambuli, Lambo, Ammusu, Awoliki, dan Tambua dalam skala intensitas II SIG-BMKG (III MMI). BNPB melaporkan bahwa warga sempat berlarian keluar rumah untuk mencoba menyelamatkan diri.

Menurut Daryono, bila ditinjau dari kedalaman hypocenter atau pusat gempanya, lindu ini merupakan gempa bumi kedalaman dangkal akibat aktivitas sesar aktif Lawanopo. Sesar Lawanopo merupakan sesar mendatar mengiri (sinistral strike-slip) yang berarah barat laut-tenggara dan memanjang sekitar 260 km dari utara Malili sampai Tanjung Toronipa. Ujung barat laut sesar ini menyambung dengan Sesar Matano, sementara ujung tenggara bersambung dengan Sesar Hamilton yang memotong sesar naik Tolo (Tolo Thrust). Sesar ini disebut Lawanopo karena jalurnya membelah dataran Lawanopo.

Daryono menerangkan, sesar ini masih aktif hingga sekarang dan terbukti hari ini membangkitkan gempa bumi yang mengguncang Kota Kendari dan sekitarnya.  Namun, hasil monitoring BMKG hingga saat ini menunjukkan belum terjadi gempa bumi susulan. Untuk itu kepada masyarakat di daerah pesisir Kendari diimbau agar tetap tenang karena gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Geofisika Kendari Rosa Amelia menyampaikan gempa berkekuatan 4,3 SR tersebut berlokasi pada titik koordinat 3,86 derajat Lintang Selatan (LS) dan 122,34 Bujur Timur (BT), yaitu pada jarak 32 kilometer timur laut Unaaha, Sultra, dengan kedalaman 10 kilometer. Namun, diharapkan warga tetap tenang. Karena gempa ini pusatnya terjadi di wilayah daratan, sehingga tidak berpotensi tsunami dan tidak berpotensi pula terjadi gempa susulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *