DL SITORUS PENGUSAHA KAYA YANG MENINGGAL DUNIA

Dl Sitorus

Dl Sitorus,  DR Sutan Raja Deranius Lunggung Sitorus alia Dl Sitorus pemilik perkebunan kelapa sawit seluas 47.000 hektar. Meninggal dunia didalam pesawat  dalam perjalan dari jakarta menuju medan. Di sumatra utara siapa yang tidak kenal dengan almarhum khususnya para aktivis lingkungan. Berita kematiannya menyebar dengan cepat dan menjadi viral.

Tak terkecuali Sutrisno Pangaribuan anggota PDI Perjuanga DPRD Sumut, ia memiliki kenangan tersendiri bersama ayah lima orang anak tersebut. Sutrisno setgidaknya pernah tgiga kali bertemu dalam pertemuan tersebut ia pernah menanyai almarhum terkait kontroversi dirinya. Dari jawaban almarhum ia takjub akan dua hal, Pertama Almarhum pekerja keras Kedua ia sangat menyayangi ibunya.

Sutrino mengatakan Beliau sayang sekali sama mamaknya dan sangat patuh kali. Apa yang jelaskan waktu itu memberi kesan mendalam. Bahwa kita harus mencintai ibu yang melahirkan kita dan mendoaan kita sepanjang waktu.

Selain itu Almarhum pengusaha yang tidak memiliki utang di bank. Ia memperkerjakan puluhan ribu orang dan banyak orang yang menggantungkan hidup darinya. Ada beberapa lembaha maupun perusahaan yang didirikannya. Mulai dari dari Yayasan Pendidikan Indonesia Membangun di Medan. Rumah Sakit Yadika di Karang Tengah, Jakarta BPR Showroom, hotel,properti dan sewa menyewa wisma untuk keperluan adat.

Dl Sitorus

Sihar Sitorus anak kedua almarhum memberikan pesan singkat yang menyebar dalam pesannya dia memberitahukan bahwa ayah handanya semasa hidup dimaafkan. Sebelum dikebumikan di Sumatera Utara Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Kebon Raya Nomor 2 Duri Kepa Jakarta Barat.

Almarhum terlibat dalam kasus pidana lingkungan hidup dan kehutanan dengan ancaman penjara 15 tahun dan denda Rp. 100 Miliar. Almarhum divonis bersalah  bersalah berdasarkan. Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 2642K/Pid/2016 tanggal 12 februari 2007. Peninjauan kembali  no 39 Pk/Pid/2007 tanggal 16 Juni 2008 dengan vonis delapan tahun penjara dan denda Rp. 5 Miliar.

Kebun sawit seluas 23.000 hektar yang dikuasai KPKS Bukit Harapan dan PT Torganda. Serta kebun sawit seluas 24.000 hektar yang dikuasai Koperasi Parsub dan PT Torus Ganda. Di kawasan hutan Padang Lawas atau Hutan Register 40 dirampas untuk negara.

Proses evakuasi sempat membuat pesawat tertunda keberangkatannya hampir dua jam. Setelah dipastikan meninggal dunia, jenazah almarhum diantar petugas KKP ke rumah sakit. Di Karang Tengah untuk diserahkan kepada keluarganya dan disemayamkan.

SILAKAN DIBACA: JURUS JOKOWI MEMBANTU MASYARAKAT KURANG MAMPU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *