Bisnis Gitar Motif Batik Hingga ke Mancanegara Bermula Dari Hobi

Guruh Sabdo Nugroho, pria asal Solo, Jawa Tengah ini, mengubah hobinya menjadi sebuah bisnis hingga dikenal mancanegara. Berawal dari hobi bermain dan mengoleksi gitar, Guruh menjajal membuat gitar dan menjualnya. Yang membuat gitar buatan Guruh unik ialah gitar ini dipadu dengan motif batik.

Ide ini didapatnya pada saat ingin membuat gitar, ia teringat akan daerah tempat tinggalnya di daerah sentra batik Solo. Namun, untuk mewujudkan ide ini tidak mudah. Guruh harus melakukan riset agar dapat mewujudkan idenya untuk membuat gitar motif batik dengan sempurna.

Pengaplikasian batik untuk gitar cukup sulit. Karena metode pembuatan batik tulis tidak mungkin diaplikasikan ke gitar secara langsung. Setelah riset selama dua sampai tiga tahun, Guruh berhasil menemukan metode untuk menorehkan batik sesuai standar UNESCO.

Pada tahun 2009 silam, Guruh memulai usahanya ini dengan moda Rp. 10 Juta. Ia menjalankan usaha gitar motif batik ini dengan label produk Batik Soul Guitar. Awalnya Guruh hanya membuka usaha ini untuk balik modal saja. Namun berkat ketekunannya, perlahan produk Guruh makin terkenal dan usahanya membuahkan hasil. Gitar buatan Guruh telah banyak dipasarkan di berbagai wilayah di Indonesia, bahkan hingga luar negeri.

Batik Soul Guitar tak hanya bernilai jual, gitar motif batik ini juga tentu memiliki nilai seni. Beberapa musisi dalam dan luar negeri telah menggunakan produk Batik Soul Guitar. Guruh mengatakan bahwa ia memang menargetkan musisi pro, gitaris pro, dan pencinta musik dari berbagai penjuru sebagai segmen penjualan. Mulai dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Belanda, Australia, Inggris, Swedia, hingga Jerman. Beberapa musisi yang telah menggunakan Batik Soul Guitar seperti Ras Muhammad, Tohpati, Adera, dan grup band asal Kanada, Savages Playground.

Dalam sebulan, rata-rata Guruh mampu memproduksi dan menjual gitarnya 15 sampai 20 buah. Harga yang dipatok dari setiap produk Guruh pun bervariasi, tergantung dari desain dan kesulitan dalam membuatnya. Harga yang dipatok biasa dimulai dari sekitar Rp. 4 Juta hingga Rp. 30 Juta per gitar. Dengan keuntungan sebesar itu, Guruh yang mulanya bekerja di sebuah perusahaan IT di Jakarta itu akhirnya memilih untuk sepenuhnya fokus ke bisnis gitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *