BERITA POLITIK – ROKOK NAIK HINGGA 500 PERSEN DI INDONESIA

BERITA POLITIK

Pasti kita semua kini sudah mendengar soal rencana pemerintah yang akan menaikan harga rokok menjadi dua kali lipat lebih mahal dari sebelumnya, yakni Rp 50.000 per bungkus, yang kenaikannya menembus hingga 400-500 persen.
Pemerintah tengah mengkaji usulan kenaikan harga rokok ini.

berita politik

Ade Komarudin, Ketua DPR RI sekaligus politisi Partai Golkar sepakat dengan usulan kenaikan harga rokok ini. Menurut Akom, kenaikan harga rokok ini membawa sisi positif bagi seluruh pemakai rokok. Sisi positif yang ia maksud adalah sehingga para pemakai rokok ini bisa mengurangi konsumsi rokok.

Ditambahnya lagi, dengan kenaikan harga rokok yang drastis ini bisa mengurangi kebiasaan masyarakat merokok, dan rokok yang merupakan musuh dari bangsa. Apalagi jika dengan harga naiknya rokok, akan membuat Pendapatan Negara juga mengalami kenaikan yang sangat drastis.

BERITA POLITIK

Ada yang menarik atas kenaikan harga rokok yang drastis ni sehingga kemungkinan jumlah perokok aktif turun sampai 50 persen.
Ternyata rokok bisa meningkatkan angka kematian hingga pembengkakan biaya yang dikeluarkan negara untuk mengobati siapa pun yang terkena dampak dari rokok.

Selama ini, harga rokok yang di bawah Rp. 20.000 dikualitas menjadi penyebab tingginya jumlah perokok di Indonesia. Sehingga membuat orang yang tidak lebih sanggup sampai anak-anak sekolahan mudah membeli rokok, karena harga rokok sangat murah.

Dari hasil studi survei mengungkapkan bahwa sejumlah perokok akan berhenti merokok jika harga rokok per bungkus nya dinaikkan menjadi dua kali lipat. Sebanyak 72 persen akan berhenti merokok jika harga rokok di atas Rp. 50.000.

BERITA POLITIK

Lalu juga ada sisi positifnya bagi para petani tembaku, mereka bakalan bisa menaikkan harga jual produknya. Para petani bisa menjual hasil panenny dengan harga yang lebih tinggi dan pabrik rokok bisa mendapat untung lebih besar.

Hal ini mengingat bahwa konsumen rokok dikenal memiliki ketagihan yang tinggi dan pasti sulit melepas konsumsi rokok yang berapapun harganya itu. Dan dampak negatifnya dari keputusan ini dikhawatirkan bahwa membuat produksi rokok non cukai bakalan meningkat. Dan jika hal itu dibiarkan maka kenaikan harga rokok untuk meningkatkan pendapatan negara tidak akan bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *