BAHAGIA WARGA PERBATASAN AKHIRNYA BISA MENIKMATI LISTRIK

Bahagia Warga Perbatasan

Bahagia Warga Perbatasan, Sudah dua tahun ini listrik hadir di Desa Naekake. Salah satu desa di wilayah Repubik Indonesia- Timur Leste di Provinsi Nunsa Tenggara Timur. Warga mengaku sejak ada listrik kehidupan mereka menjadi lebih baik. Avelinda Abe salah satu warga Naekake menuturkan .

Sebelum ada listrik ia menggunakan pelita atau lampu minyak tanah sebagai penerangan rumahnya. Dalam satu bulan ia bisa mengeluarkan uang Rp 75 ribu untuk membeli satu jerigen minyak tanah. Sekarang ia hanya cukup membayar Rp. 25 ribu untuk membeli pulsa listrik untuk sebulan.

Bahkan kadang kala pulsa listrik sebesar itu bisa awet dipakai selama tiga bulan . Sekarang lebih hemakt pakali listrik juga bisa menonton televisi anak anak juga bisa belajar katanya kepada wartwan. Yang ikut kunjungan Direktur Human Capital Management PLN Muhammad Ali.

Tidak hanya itu , penghasilan Avelinda dari usahannya menenun kain khas NTT bertambah sejak dibangunnya PLTD di Naekake. Sebab sekarang ia bisa bekerja hingga malam hari dengan lampu listrik. Dulu sebulan hanya bisa menyelesaikan 2-3 kain saja . Sekarang setelah memakai listrik bisa membuat 5-6 lembar kain ucap ibu satu anak ini sambil menenun kain selimut besar.

Bahagia Warga Perbatasan

Kain tersebut dia jual seharga Rp. 500 per lembarnya, menurut dia saat ini kesulitan yang masih dihadapai adalah minimnya kios pen jualan token listrik. Satu-satunya kios hanya ada di depan kantor Camat Muntis. Apabila Stock habis ia harus menitip kepada sopir bus umum ke kota Kefamenanu yang melintas di desa itu.

Naekake berjarak sekitar tiga jam perjalanan dari Kefamenanu dengan medan yang berbukit-bukit. Sementara dari batas Wilayah RI-Timur Leste hanya terpaut 10 Kilometer. Jalan menuju desa terakhir di Kecamatan Muntis masih berupa bebatuan karang dan Tanah.

Berdasarkan dta PLN, PLTD Naekake ditopang 5 unit mesin dengan total kapasitas 414 KW.  PLTD itu mengalirkan ke empat desa di Munitis saat ini jumlah pelanggannya mencapai 472. Sebesar 85% dari pelanggan Listrik merupakan pelanggan subsidi 450  VA dengan harga Rp.415/kWH.

Adapun biaya pokok produksi di Naekake setiap bulannya mencapai Rp. 8.000 rupaih/kWH. Sedangkan bahan bakar PLTD Naekake setiap bulannya membutuhkan 9 ton solar. Beban biaya seluruh operasional PLTD mencapai Rp 150 Juta saat ini. PLTD tersebut sudah mensuplai listrik selama 24 jam penuh.

SILAKAN DIBACA: SALING MEMUJI ANTARA JOKOWI DAN ZULKIFLI HASAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *